You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Tangani Turap Jebol di Ciganjur
photo Doc - Beritajakarta.id

Jaktim dan Jaksel Banyak Bangunan Liar

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan banjir tahun ini akan banyak terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Sebab di kedua wilayah tersebut tercatat paling banyak bangunan liar yang berdiri di atas saluran air dan daerah aliran sungai. 

Tapi yang paling parah itu adalah selatan dan timur. Karena banyak sekali saluran-saluran air itu jadi bangunan liar

"Dari dulu yang paling parah kalau banjir itu bukan wilayah tengah, pusat atau utara lagi sebenarnya. Di utara kecuali rob. Tapi yang paling parah itu adalah selatan dan timur. Karena banyak sekali saluran-saluran air itu jadi bangunan liar," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/2). 

Bahkan, lanjut Basuki, di Jakarta Selatan banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, tetapi memiliki sertifikat. "Apa karena dulu ada prona sertifikat, akhirnya mereka dapatin saya nggak tahu. Tapi itu lah yang menyebabkan kami butuh normalisasi," ujarnya.

2 Rumah di Pekayon Jebol Diterjang Banjir

Basuki menegaskan tidak akan tebang pilih terhadap bangunan yang ada ditempat terlarang. Dirinya memastikan akan membongkar bangunan tersebut, karena sering kali menyebabkan genangan.

"Mau nggak mau kami harus bongkar dan bikin banyak embung. Makanya kami minta maaf sama masyarakat jangan ngoceh-ngoceh. Pasti akan kami bongkar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1205 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati